Pengembang Akui LRT Jokowi Bisa Bikin Harga Properti Melonjak

Pengembang Akui LRT Jokowi Bisa Bikin Harga Properti Melonjak

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 15:36 WIB
Pengembang Akui LRT Jokowi Bisa Bikin Harga Properti Melonjak
Foto: Reuters
Tangerang - Proyek Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Dukuh Atas akan berdampak positif terhadap bisnis properti di area Cibubur Jakarta Timur. Harga properti bisa terkerek naik dengan adanya proyek kereta ringan itu.

Selama ini, pertumbuhan harga properti di daerah Cibubur bergerak lamban karena terkendala akses transportasi dan jalan.

"Adanya LRT bagus sekali. Akses sangat bagus. Bisa memicu kenaikan harga properti double bahkan triple. Yang bikin Cibubur nggak bisa naik banyak karena di sana infrastrukturnya stuck (mandek). Di sana hanya bergantung pada 1 jalur yakni Transyogi," kata Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Hermawan Wijaya saat berbincang di Kantor Pusat BSD, BSD City, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BSDE merupakan bagian dari kelompok usaha Grup Sinar Mas yang mengembangkan properti seperti BSD City di Serpong dan Kota Wisata di Cibubur.

Meski ada rencana proyek LRT yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hermawan menilai pihaknya belum berencana memasukkan program pengembangan angkutan massal berbasis rel itu ke dalam promosinya.

"Itu kan masih rencana. Jadi kita nggak terlalu berharap banyak," ujarnya.

Hermawan menuturkan pihaknya masih memiliki lahan kosong atau land bank di area Cibubur mencapai 300 hektar (ha).

"Itu nanti akan dibuat hunian landed dan vertical," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Hermawan menjelaskan rencana pengembangan monorel rute Serpong-Bandara Soekarno Hatta. Pihaknya selaku pengelola kawasan BSD City juga menyambut baik rencana pengembangan jaringan angkutan massal. BSDE siap mendukung pengembangan proyek monorel yang digagas oleh Pemkot Tangerang Selatan itu.

"Setahu saya masih perencanaan. Itu ada di Pemda Tangerang. Kita akan support. Tapi kita belum ada rencana untuk masuk dalam pengembangan," sebutnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads