Bian, seorang pegawai swasta di Jakarta yang sudah 4 tahun bekerja mengaku termasuk yang pesimistis untuk punya rumah. Bahkan saking putusnya, Bian lebih memilih mencicil kendaraan roda empat, meski keputusannya ini bisa bertentangan dengan pemikiran orang kebanyakan.
Ia mengaku memiliki dana Rp 80 juta berupa tabungan dari hasil bekerja selama 4 tahun. Sedianya uang tersebut akan dipergunakan untuk membeli rumah idamannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertimbangannya adalah bila dia membeli rumah, maka uang tabungan itu akan habis seketika dan dirinya pun masih harus membayar cicilan bulanan yang dianggapnya tidak sedikit.
"Taruhlah harga rumah Rp 500 juta, kemudian DP 20% saja sudah Rp 100 juta. Tabungan saya Rp 80 juta masih kurang. Terus tadi hitung-hitung kalau DP segitu, cicilan selama 15 tahun tadi sudah dibantu hitung sekitar Rp 2,4-2,5 juta sebulan itu berat sekali," tutur pria 28 tahun ini.
Ia membandingkannya dengan harga mobil murah atau yang di Indonesia dikenal dengan istilah LCGC (Low Cost Green Car). "Rp 80 juta tambah-tambah dikit sudah dapat mobil," sambungnya.
Bian beralasan masih bisa tinggal dengan orang tuanya. "Bukan berarti nggak mau mandiri atau ngandelin orang tua. Tapi nanti juga orang tua kalau sudah usia lanjut pasti butuh ada yang rawat butuh ada yang temani. Jadi ya sudah tinggal saja di rumah orang tua, uangnya untuk beli mobil. Daripada untuk beli rumah baru," ujarnya berlasan.
(dna/hen)











































