Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengatakan perkembangan ini menunjukkan keseriusan para pengembang yang terlibat dalam mega proyek ini.
"Waktu itu tanggal 29 April, saya ingat hari rabu program ini diluncurkan oleh Pak Presiden di Ungaran (Jawa Tengah). Artinya sampai sekarang program ini baru berjalan 4 bulan. Belum setengah tahun tapi realisasi pembangunannya sudah 472.495 unit, sudah hapir setengah dari target," ujar Syarif dalam peparan media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (21/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena laporan terakhir dua minggu lalu jumlahnya baru 300.000-an. Artinya dalam dua minggu saja sudah terbangun lebih dari 100.000 unit rumah. Uni menunjukkan bahwa kita benar-benar sedang dalam upaya percepatan," tuturnya.
Saat ini banyak pengembang yang beralih ke perumahan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dengan perkembangan yang ada saat ini maka MBR akan segera menikmati rumah layak dengan harga yang terjangkau. "Pemerintah sangat memperhatikan kepentingan rakyat, maka sudah saatnya memberikan untuk rakyat itu sendiri," katanya.
Dalam program ini, pihak swasta memang paling dominan dengan kontribusi hingga 95%. Selain itu, dari 1 juta rumah (tapak dan rusun) sebanyak 60% dikhususkan untuk MBR atau hunian subsidi (FLPP), selebihnya komersial atai non subsidi.
(dna/hen)











































