Β
"Produk-produk yang kami tawarkan sangat diterima oleh pasar, sehingga Perseroan membukukan pertumbuhan laba usaha hingga hampir sepuluh kali lipat pada semester I-2015," Kata Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat, dalam siaran pers, Senin (24/8/2015).
Pendapatan perseroan sampai akhir Juni tahun ini tumbuh lima kali lipat menjadi Rp 700 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 117 milar. Sedangkan laba usaha Perseroan pada semester ini tumbuh hampir 8 kali lipat menjadi Rp 188,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Setelah penawaran publik perdana, PPRO memiliki ekuitas Rp 2 triliun atau 55% dari total aset. Modal kerja PPRO tercatat Rp 2 triliun, memberikan kemampuan bagi perseroan untuk berpartisipasi dalam beberapa mega proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kawasan tersebut, Perseroan telah memperkenalkan dua tower yakni Emerald Tower dan Barclay Tower.
Pada bagian lain di Indonesia, PPRO telah meluncurkan Grand Sungkono Lagoon seluas 3,5 ha dan Grand Dharmahusada Lagoo di Surabaya. Kawasan tersebut dibangun dengan konsep mixed used yang memadukan kawasan hunian dan komersial.
Proyek lainnya adalah Pavilion Permata I & II di Surabaya, Payon Amartha di Semarang, Gunung Putri Square seluas 2,1 ha di Bogor, dan apartemen Ayoma di Serpong. Serta beberapa proyek lainnya.
Β
Perseroan menargetkan pertumbuhan laba 2015 sebesar 3 kali lipat pada akhir 2015, atau setara dengan Rp 320 miliar.
(ang/rrd)











































