Cerita Broker Jual Apartemen Studio Rp 1,2 M Laris dalam Hitungan Jam

Cerita Broker Jual Apartemen Studio Rp 1,2 M Laris dalam Hitungan Jam

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2015 15:00 WIB
Cerita Broker Jual Apartemen Studio Rp 1,2 M Laris dalam Hitungan Jam
Jakarta - Di tengah ekonomi yang sedang lesu seperti saat ini, investasi di sektor properti masih menjadi pilihan. Salah satu yang perlu menjadi pertimbangan adalah lokasi dari unit properti yang akan dibeli.

Marketing Associate dari broker properti Century 21 Kahar Halim mengungkapkan, properti berbentuk apartemen di sekitar Jakarta Selatan masih menjadi pilihan banyak investor di Jakarta. Saking tingginya permintaan, broker properti ini pernah menjual unit apartemen tipe studio seharga Rp 1,2 miliar hanya dalam hitungan jam.

"Baru 2 jam saya publish, itu langsung ada yang beli. ‎Dia (investor) langsung DP Rp 500 juta, 2 hari kemudian dilunasi," ujar Kahar saat berbincang dengan media di DBS Tower, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya minat investasi berbentuk apartemen di Jakarta selatan karena banyak kalangan ekspatriat alias warga asing yang bermukim dan bekerja di kawasan ini. Sehingga membuat pelemahan rupiah tidak begitu terdampak untuk bisnis sewa apartemen di lokasi ini.

"Banyak ekspatriat di Jaksel. Sewanya juga bagus. Yang tipe studio yang tadi saya ceritakan laku disewakan Rp 7 juta per bulan atau Rp 84 juta per tahun. Kalau yang dua kamar bisa lebih mahal lagi. Dan itu masih menarik," ungkapnya.

Sehingga tak heran banyak investor yang mengincar apartemen di kawasan ini. "Karena tahu kalau disewakan bisa laku tinggi, makanya banyak investor yang berburu untuk membeli.‎ Yang beli tentu yang orang kita (Warga Indonesia) karena orang asing kan belum bisa beli," katanya.

Marketing Associate dari Century 21 Prima Arcade Endang Kumalasari menambahkan cukup percaya diri orang Indonesia masih punya cukup uang untuk membeli rumah saat ekonomi lesu.

"Ekonomi lesu bukan berarti orang nggak punya‎ uang. Mereka hanya lebih wait and see (menunggu waktu) saja," ujarnya.

Ia mengaku, memang saat ini butuh tenaga ekstra untuk meyakinkan calon pembeli, namun minat membeli rumah masih cenderung positif. "Apa lagi kalau ada yang lepas properti dengan harga miring, pasti cepat yang ambil," katanya.

Sementara itu, Marketing Associate dari Century 21 Mediterania 2 Herry Yang, mengatakan pelemahan ekonomi saat ini lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi global. Sehingga, penjualan properti terutama rumah bekas saat ini tidak perlu dikhawatirkan.

"Justru dalam negerinya sebenarnya sedang bagus. Karena perbankan kita bisa menjaga kreditnya, suku bunga juga mulai menarik dan kebijakan pemerintah tentang uang muka‎ yang turun dari 30% menjadi 20% cukup mendukung pasar properti. Banyak orang mulai ambil KPR lagi," ujarnya.

Ia memperkirakan di semester dua tahun ini pasar properti di Indonesia terutama untuk pasar rumah second akan kembali mengalami pertumbuhan yang positif.

"Nggak bisa pesat, tapi sampai akhir tahun bisa positif. Kita yakin lah," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads