ADVERTISEMENT

Tarif Sewa Kemahalan, Pertamina Tower Batal Dibangun 99 Lantai

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 20:05 WIB
Direksi Lama Pertamina Saat Menjelaskan Pertamina Tower ke Presiden SBY
Jakarta - PT Pertamina (Persero) saat ini memang menunda pembangunan Pertamina Tower. Tapi bila nanti dibangun, tower tersebut tidak lagi dibangun sebanyak 99 lantai dan setinggi 530 meter.

"Soal tower itu, kita tunda. Kita review lagi atau dikurangi di bawah 99 lantai," kata Direktur Utama Pertamia, Dwi Soetjipto, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (1/9/2015).

Dwi mengatakan, dikurangi jumlah lantai tersebut, karena mempertimbangkan tarif sewa tenant yang terlalu mahal.

"Karena hitunganya jatuh sewanya sangat tinggi, sehingga tidak sesuai dengan market, jadi nggak ekonomis. Baik sewa maupun harga belinya buat tenant atau pembeli nanti yang menempati terjangkau," katanya.

"Hitungannya lupa, tapi dengan 99 lantai, per meter persegi jatuhnya US$ 70," tambahnya.

Ia menambahkan, bila harga minyak sudah membaik rencananya Pertamina akan melanjutkan pembangunan proyek Pertamina Tower.

"Kenapa belum bisa dijalankan? Karena harga minyak jatuh. Investasinya US$ 1,7 miliar untuk 99 lantai di Kuningan, Jakarta. Kita masih review dan cari patner yang kompeten," tutupnya.

Seperti diketahui, Pertamina Tower akan memiliki ketinggian sekitar 530 meter, 99 lantai, dan luas total bangunan 540.000 m2 di atas lahan seluas 5,7 ha. Pertamina Energy Tower juga akan dilengkapi dengan fungsi-fungsi penunjang, seperti masjid berkapasitas 5.000 orang, convention hall, energy center, dan fasilitas olahraga.

Pertamina Energy Tower akan menjadi kampus terintegrasi dengan konsep dan dukungan teknologi bangunan yang ramah lingkungan. Kampus ini akan menjadi salah satu Green Building di Indonesia dengan target memperoleh sertifikat green building dari the Green Building Certificate Institute pada level platinum, dilengkapi dengan zero water run-off dan water recycle, renewable energy showcase, dan dengan 55% kawasan berupa area terbuka hijau.

Pertamina Energy Tower melibatkan Skidmore Owings Merrill (konsultan utama) dan Turner International (konsultan project management), yang kedua terlibat dalam penggarapan proyek fenomenal gedung tertinggi di dunia Burj al Khalifa, Dubai-UEA, serta Rider Levett Bucknall sebagai konsultan quantity surveyor.

Dari dalam negeri, proyek ini melibatkan PT Airmas Asri sebagai konsultan arsitek dan PT Wiratman & Associates sebagai konsultan struktur, KSO PT Pembangunan Perumahan dan PT Hutama Karya sebagai pelaksana proyek Central Energy Plant.

(rrd/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT