Stok Lahan Perumnas Kalah Jauh dari Pengembang Swasta

Stok Lahan Perumnas Kalah Jauh dari Pengembang Swasta

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2015 10:22 WIB
Stok Lahan Perumnas Kalah Jauh dari Pengembang Swasta
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Salah satu kendala dalam program 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah masalah ketersediaan lahan. Bahkan, cadangan lahan yang dimiliki Perum Perumnas sebagai ujung tombak penyediaan 1 juta rumah pun masih sangat terbatas, termasuk di Jakarta yang sudah sangat tipis.

"Yang ironis, ada pengembang swasta yang punya cadangan lahan lebih besar dari kita (Perumnas). Swasta bisa 3.000 hektar, sedangkan Perumnas di seluruh Indonesia hanya tinggal 2.000 hektar. Idealnya 20.000 hektar," ujar β€ŽDirektur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto, saat ke kantor detik.com, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Padahal, di Indonesia ada sedikitnya 2.000 perusahaan pengembang yang bekerja membangun perumahan secara komersial. Kondisi ini membuat penyediaan rumah dengan harga terjangkau di Indonesia bukan perkara mudah. Menurutnya hanya Perum Perumnas yang masih fokus pada sektor hunian non komersial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga suplai rumah ada, tetapi terlalu pro pasar. Rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sulit, harganya mengikuti mekanisme pasar. Karena kalau pengembang yang bikin rumah kan orientasinya untung," ujarnya.

Selain itu, karena cadangan lahan yang tersedia umumnya sangat terbatas, maka penyediaan hunian layak pun sulit dilakukan oleh pengembang lain.

"Lahannya kecil-kecil. Jadi kalau pun bangun rusun ya rusunnya tok (saja). Padahal kalau mau layak, itu harus kawasan terintegrasi, ada huniannya, ada komersialnya, ada pasarnya. Tapi kalau tanahnya kecil-kecil itu nggak bisa," katanya.

Untuk itu, menurutnya, perlu ada peran aktif dari pemerintah dalam hal penyediaan lahan untuk perumahan rakyat. Ia menyarankan, lembaga negara maupun perusahaan BUMN yang punya lahan-lahan tak terpakai bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan rumah rakyat.

"Lahan BUMN bisa dimanfaatkan. Lahan perkebunan bisa dimaksimalkan. Kalau dapat dukungan dari pemerintah, ini bisa jalan dengan lebih cepat, sebanyak-banyaknya rumah murah dengan kualitas yang lebih baik," katanya.

Saat ini, Perum Perumnas telah membangun 420 wilayah di 183 kota di seluruh Indonesia. Setiap tahun ada 15.000 unit hunian dibangun, khusus tahun ini Perumnas dapat tugas pemerintah membangun 36.000 rumah bagian dari program 1 juta rumah.

"Pengembang di Indonesia selain Perumnas tak ada yang sampai 10.000 unit per tahun. Kita jumlah banyak, tapi harganya murah," katanya.

(dna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads