Pemberian fasilitas ini merupakan bentuk kerjasama jasa layanan perbankan yang diberikan bank berkode BBTN itu kepada Kemendes.
Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, kerjasama ini dilakukan dalam lingkup pengelolaan dana dan pemberian jasa layanan perbankan. Terdapat dua potensi bisnis pengembangan dana dan kredit dengan Kemendes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, dana desa yang disiapkan pemerintah lebih dari Rp 7 triliun tahun 2015 akan mampu memperbaiki struktur pendanaan jika separuhnya ditempatkan di BTN.
Selain itu, inklusi keuangan melalui program Laku Pandai dapat dikembangkan di desa-desa yang masuk dalam program pengembangan Kemendes.
"Sementara itu, BTN juga dapat memberikan fasilitas kredit di lingkungan Kemendes dan ini akan dapat meningkatkan penyaluran kredit BTN," kata Maryono.
Ke depan, lanjut Maryono, terbuka peluang untuk mengembangkan kerjasama lanjutan antara bank pelat merah itu dengan Kemendes dalam rangka pengembangan desa tertinggal dan program transmigrasi.
Program Kemendes di antaranya adalah perluasan 1 juta hektar lahan sawah baru dan perluasan 1 juta hektar pertanian lahan kering di luar Jawa dan Bali.
"Program-program Kemendes itu juga perlu dukungan perbankan. Dan sesuai dengan profil bisnis BTN, maka kami bisa dan akan memberikan dukungan tersebut," ujar Maryono.
Kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama BTN, Maryono dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja'far.
Saat ini, aset BTN mencapai Rp 155 triliun dengan pembiayaan perumahan mencapai Rp 126 triliun.
(drk/ang)











































