"Tingkat penyerapan kondominium pada kuartal III-2015 mencapai 2.400 unit sedangkan pada kuartal II-2015 hanya sebesar 1.400 unit," ujar Head of Residential JLL Luke Rowe dalam paparannya, di Kantor JLL, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Artinya ada kenaikan penjualan hingga 71,42%β dalam kurun waktu 3 bulan yakni Juli-September 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini dimanfaatkan sejumlah pengembang untuk melakukan pendekatan barum harga dan momentum untuk memulai penjualan," jelas dia.
Sebelumnya diungkapkan bahwa bisnis sewa perkantoran di Jakarta ikut terdampak oleh adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan penurunan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan. Hal tersebut terlihat dari perkembangan harga sewa ruang perkantoran secara kuartalan (Q to Q).
Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL), James Taylor mengungkapkan ada penurunan pada harga sewa rata-rata perkantoran kelas premium. "Saat ini (Kuartal III 2015), harga sewa perkantoran mengalami penurunan sekitar 1,6% secara Q to Q," ujar James Taylor.
Berdasarkan hasil riset JLL, harga sewa perkantoran grade A atau perkantoran kelas paling atas mengalami penurunan dari sekitar Rp 460.000 per meter persegi per bulan di Kuartal II-2015 menjadi sekitar Rp450.000 per meter persegi per bulan di Kuartal III-2015.
(dna/rrd)











































