Orang Kaya RI Pilih Beli Properti di Singapura daripada Malaysia

Orang Kaya RI Pilih Beli Properti di Singapura daripada Malaysia

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2015 14:10 WIB
Orang Kaya RI Pilih Beli Properti di Singapura daripada Malaysia
ilustrasi
Jakarta - Rumah123.com baru saja melakukan survei online kepada 2.530 responden di Indonesia pada periode 15 Juli 2015 sampai 15 Agustus 2015 lalu. Salah satu yang diteliti adalah minat investasi properti luar negeri.

Dalam 3-4 tahun terakhir, orang-orang kaya di Indonesia semakin ekspansif mencari properti di luar negeri. Buktinya, setiap pekan ada saja iklan penjualan properti luar negeri di surat kabar nasional.

Berdasarkan hasil survei, ternyata orang-orang dengan penghasilan di atas Rp 50 juta/bulan di Indonesia lebih memilih membeli properti luar negeri di Singapura daripada di Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽSebanyak 40% responden memilih Singapura sebagai tujuan utama investasi properti, sebanyak 17% memilih Australia, dan hanya 15% yang memilih Malaysia.

β€ŽCountry General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, menjelaskan bahwa konsumen di Indonesia lebih suka membeli properti di Singapura karena secara merek Negeri Singa lebih mentereng dibanding Malaysia. Selain itu, banyak anak-anak orang kaya Indonesia yang sekolah di sana.

"Secara branding Indonesia lebih terbuka dengan Singapura. Secara persepsi, Singapura brandingnya lebih 'wah'. Banyak juga orang Indonesia yang anaknya sekolah di Singapura. Kalau Malaysia masih kayak di rumah sendiri saja," ujar Ignatius dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Ignatius mengungkapkan, harga properti di Singapura, Australia, dan Malaysia paling murah Rp 5 miliarβ€Ž. "Jadi yang bisa beli penghasilannya Rp 50 juta-an per bulan. Cukup banyak juga orang Indonesia yang punya uang," katanya.

Ketiga negara itu juga merupakan yang paling agresif melakukan pemasaran properti ke para jutawan di Indonesia. Karena itu, tak heran properti luar negeri di 3 negara tersebut paling banyak dibeli orang kaya Indonesia.

"Selama 3-4 tahun terakhir developer luar negeri yang paling sering memasarkan ke Indonesia adalah 3 negara ini," pungkasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads