Setiap Tahun Ada 800.000 Pengantin Baru Butuh Rumah

Setiap Tahun Ada 800.000 Pengantin Baru Butuh Rumah

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 09 Nov 2015 15:55 WIB
Setiap Tahun Ada 800.000 Pengantin Baru Butuh Rumah
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya target membangun 1 juta rumah baru setiap tahun. Alasannya karena setiap tahun ada 800.000 pasangan atau pengantin baru di Indonesia yang butuh rumah.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus mengatakan target tersebut adalah angka yang tidak bisa ditawar dan harus dipenuhi karena masih tingginya angak backlog atau kurang pasok perumahan. Saat ini saja ada sebanyak 13,5 juta backlog di Indonesia.

Angka backlog tersebut menggambarkan jumlah kepala rumah tangga yang belum memiliki rumah. "Berdasarkan konsep kepemilikan, angka backlog tercatat‎ sebesar 13,5 juta di 2014," kata Maurin dalam diskusi soal program 1 juta rumah di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Ia mengatakan pertumbuhan jumlah rumah yang bisa dibangun setiap tahun dalam 8 tahun belakangan hanya ‎rata-rata 50.000-70.000 unit per tahun. Padahal ada 800.000 pasangan baru yang butuh rumah setiap tahun, artinya ada 700.000 lebih kebutuhan rumah baru setiap tahun tak bisa dipenuhi sehingga menambah angka backlog perumahan di Indonesia.‎

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan hitungan pertambahan jumlah backlog tersebut, maka bisa diasumsikan bahwa jumlah keluarga yang belum memiliki rumah telah mencapai 14 juta lebih kepala keluarga di tahun 2015.

"Pemerintah menyadari hal ini sepenuhnya maka alokasi pembangunan perumahan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 meningkat lebih dari 5 kali lipat ketimbang alokasi pada RPJMN 2010-2014‎," tuturnya.

Sekedar catatan, dalam lima tahun ke depan Pemerintah Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan perumahan sebanyak 1 juta unit setiap tahunnya‎.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di era Pemerintahan Presiden Soeharto sebanyak 150.000-200.000. Sementara, dalam 8 tahun belakangan, rumah baru yang bisa dibangun hanya mencapai 50.000-70.000 unit.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads