Rumah Segmen di Bawah Rp 300 Juta Paling Banyak Dicari

Rumah Segmen di Bawah Rp 300 Juta Paling Banyak Dicari

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2015 10:09 WIB
Rumah Segmen di Bawah Rp 300 Juta Paling Banyak Dicari
Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) memperkirakan akan terjadi penambahan potensi pasar perumahan Indonesia di segmen menengah diperkirakan sebesar 1,5 juta penduduk setiap tahunnya atau 430.000 Kepala Keluarga (KK). Harga hunian kelas menengah berada dalam rentang harga hingga Rp 300 juta/unit.

Pangsa pasar ini seharusnya dilirik oleh para pengembang perumahan dengan penambahan potensi pasar untuk rumah di harga sampai Rp 300 jutaan merupakan porsi terbesar sebanyak 295.388 unit.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch Ali Tranghanda seperti dikutip dari situs resminya, Jumat (27/11/2-15)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan segmen harga Rp 300-750 jutaan dan Rp 750 jutaan -1 miliar pun bertambah masing-masing 89.767 unit dan 38.362 unit. Sedangkan selebihnya merupakan pangsa pasar rumah untuk harga Rp 1,5 miliar.

"Pergeseran harga rumah yang tadinya dipandang mahal sebesar Rp 1 miliaran saat ini relatif termasuk dalam golongan kelas menengah," kata Ali.

Gambaran potensi pasar rumah di Indonesia:



  • < Rp 300 juta 295.388
  • Rp 300 - 750 juta 89.767
  • Rp 750 juta - 1 miliar 38.362
  • > Rp 1,5 miliar 9.974

Ia mengatakan primadona pasar hunian akan terjadi di rentang harga Rp 500 jutaan – 1 miliar untuk perumahan landed, dan Rp 300-500 jutaan untuk hunian vertikal.

"Saat ini masih banyak pengembang yang mengincar kelas menengah atas yang sebenarnya pasar malah sangat berpotensi di segmen menengah," katanya.

Ia menyarankan kalangan pengembang dapat mengincar kelas menengah dalam rangka penyediaan rumah untuk masyarakat luas dan tidak hanya menjadikan tanah dan rumah sebagai komoditi jual beli semata.

"Malahan sebenarnya dengan kondisi pasar yang tidak mismatch antara permintaan dan pasokan yang sesuai pasar, akan 'menyelematkan' cashflow pengembang dengan tidak memaksakan main di segmen atas," katanya.
Β 
Ia mengutip data Bank Dunia bahwa pada tahun 2003, segmen menengah di Indonesia mencapai 37,7%, namun segmen ini semakin berkembang di tahun 2015 mencapai 56,5%.

Hal ini juga terjadi di negara-negara berkembang lainnya. Sedangkan penduduk di usia produktif mulai usia 15-64 tahun diperkirakan sebesar 67,9%.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads