Pernah Ada Krisis Subprime Mortgage, Amankah Beli Rumah di AS?

Pernah Ada Krisis Subprime Mortgage, Amankah Beli Rumah di AS?

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 18 Jan 2016 11:05 WIB
Pernah Ada Krisis Subprime Mortgage, Amankah Beli Rumah di AS?
Jakarta -

Banyak orang di Amerika Serikat (AS) mengalami kerugian besar karena harga rumah terjun bebas. Penyebabnya adalah banyaknya kredit macet yang terjadi akibat banyak peminjam berisiko yang gagal melunasi kewajinan pinjamanannya. Kondisi ini dikenal dengan subprime mortgage crisis.

Kini, memasuki 8 tahun, kekhawatiran akan investasi properti di negara Paman Sam ini masih menghantui. Akankah kondisi serupa kembali terjadi saat ini?

"Kondisi tersebut tidak akan terjadi lagi," ujar Clara Tan, APAC Operation Director Mt Helix saat berbincang dengan detikFinance, di Jakarta Design Center, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini, kata dia, dikarenakan saat ini perbankan di AS telah menerapkan sistem yang lebih aman ketimbang saat krisis subprime mortgage terjadi.

Sedikit menengok ke belakang, krisis subprime mortgage yang terjadi di AS pada 2006 lalu dipicu karena orang-orang yang masuk kategori berisiko tinggi meminjam uang di bank dengan jumlah banyak untuk membeli unit properti. Kemudian, mereka menjual lagi dengan harga yang tinggi .

Mereka yang masuk kategori berisiko tinggi ini tetap mendapat pelayanan perbankan. Bahkan, tidak perlu pemeriksaan dokumen untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), begitu diajukan langsung disetujui.

Orang-orang berisiko tinggi ini mengandalkan penjualan rumah kepada mereka yang benar-benar membutuhkan rumah dan benar-benar memenuhi syarat untuk memperoleh KPR dengan harga yang terus dinaikkan demi memperoleh keuntungan.

Kondisi ini berlangsung selama bertahun-tahun hingga di 2008 tak ada lagi orang yang sanggup membeli rumah yang harganya telah melambung terlampau tinggi.

Akhirnya, ketersediaan rumah kian banyak namun tak ada yang sanggup membeli. Penjualan rumah berhenti. Perbankan AS saat itu pun mulai berguguran lantaran tak ada yang sanggup melunasi KPR yang telah terlanjur disalurkan.

Namun demikian, Clara mengatakan, dalam 8 tahun ini Pemerintah AS dan otoritas perbankan setempat telah menerapkan sistem perbankan yang lebih aman. Sehingga risiko serupa seperti yang terjadi di tahun 2008, kian minim terjadi lagi.

"Tidak mungkin terjadi lagi," tambah dia.

Selain itu, menurutnya, tidak semua wilayah di Amerika Serikat menedrita krisis tersebut.

"Amerika Serikat itu sangat luas. Jadi kita masih bisa menemukan tempat yang aman untuk berinvestasi," pungkas dia.β€Ž

(dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads