Follow detikFinance
Senin, 21 Mar 2016 20:35 WIB

Pasar Properti Indonesia Diprediksi Tumbuh Tipis Tahun Ini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Febri Angga Palguna Foto: Febri Angga Palguna
Jakarta - Kondisi perekonomian yang dunia masih belum stabil turut memberikan dampak ke penjualan properti di Indonesia. Penjualan properti selama dua tahun terakhir belum menunjukan adanya peningkatan yang berarti.

"Properti masih menjadi dominan investasi, namun penjualan properti dari tahun lalu belum terlalu bagus," jelas Senior Associate Director Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji saat Forum The Wealth Report di Jakarta, Senin (21/03/2016).

Dengan belum membaiknya iklim perekonomian global, maka penjualan properti di tahun ini pun belum bisa diharapkan meningkat dengan baik.

"Diharapkan tahun ini membaik minimalnya sama dengan tahun kemarin. Bisa naik sampai 5-10% harapannya," tutur Hasan.

Selain itu melemahnya penjualan properti juga disinyalir akibat pajak yang tinggi dan regulasi yang tumpang tindih. Selain itu, banyak investor yang masih menunggu kepastian tax amnesty dari pemerintah.

"Pajak dan regulasi membuat orang sulit berinvestasi. Tax amnesty belum jelas kan orang belum mau bergerak juga, masih nunggu kepastian mana yang tepat, wait and see," tutur Hasan.

Besarnya pajak yang harus dibayar investor untuk menaruh uangnya di sektor properti juga masih tinggi, sehingga mereka cenderung memilih negara lain untuk melakukan investasi di bidang properti.

"Investor akan menimbang biaya apa yang perlu dikeluarkan untuk membeli, asing dan domestik juga akan menghitung. Seperti di Indonesia kan pajaknya lumayan, jadi alternatifnya adalah barang-barang lain yang ditawarkan di negara lain," pungkas Hasan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed