Menurutnya ada beberapa permasalahan yang dihadapi sehingga perkembangan program sejuta rumah di tahun 2016 berjalan lambat. Salah satu masalah yang dihadapi adalah belum sejalannya antara pemerintah dan pengembang.
Pengembang, kata dia, mengharapkan PemerintahΒ memberikan stimulus terlebih dahulu dengan melakukan pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan permukiman, baru mereka mau melakukan pembangunan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, menurutnya, Pengembang harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban membangun rumah baru Pemerintah menyediakan jalannya. Tujuannya, agar jalan yang sudah terbangun tidak rusak karena dilewati kendaraan angkut alat berat.
"Sekarang kita upayakan rumahnya jadi dulu baru kita bangun jalannya. Sebab ini yang membuat dana program sejuta rumah berkurang dari yang dialokasikan sebelumnya," sambung dia.
Tahun ini ditargetkan dapat terbangun sebanyak 112.992 unit rumah yang menjadi bagian pemerintah dalam Program Sejuta Rumah. "Sampai sekarang realisasi fisiknya sekitar 0,4%," kata dia.
Dari sisi serapan anggaran pun terpantau masih belum terlalu signifikan. Dari pagu dana Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR yang sebesar Rp 7,69 triliun, serapannya baru sekitar 7,6%.
"Dana tersebut baru untuk bayar-bayar uang muka pembangunan wisma atlet di Kemayoran," pungkas dia.
(dna/dna)











































