Alasan Orang RI Hobi Beli Properti di Australia: untuk Sekolah Anak

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 14 Apr 2016 16:20 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Orang Indonesia sampai saat ini masuk sebagai salah satu investor asing yang paling banyak membeli sejumlah properti di Australia. CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengungkapkan dari banyak properti yang dibangunnya di Negeri Kanguru, Warga Negara Indonesia menduduki posisi kedua sebagai pemborong apartemen terbanyak setelah investor asal China.

Pengusaha properti keturunan Indonesia ini bertutur, pembelian apartemen untuk pendidikan anak jadi alasan paling banyak orang Indonesia membeli properti di Australia.

"Paling banyak behaviour (perilaku) orang Indonesia membeli properti di Australia untuk kuliah anaknya. Seringkali pembeliannya jauh-jauh hari begitu, jadi 5 tahun sebelum anaknya mau sekolah di sana, dia sudah investasi dari sekarang," ujar Iwan ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

"Karena properti di Australia kan naiknya cepat, sekarang harganya Rp 2 miliar mungkin dia tahun lalu belinya Rp 500 juta. Dari semua pembeli asing, Tiongkok di kita 50%, kedua Indonesia 20%," tambahnya.

Selain faktor pendidikan, motivasi lainnya, ialah uang muka pembelian properti di Australia hanya 10%. Hal ini merangsang orang Indonesia yang memiliki kelebihan uangnya untuk memborong properti di sana.

"Masuk ke properti Australia mudah, hanya 10% saja DP (uang muka) saat belum jadi. Bangunan sudah jadi baru bayar seluruhnya. Kalau nggak selesai kan nggak dibayar, itu alasannya," kata Iwan yang kelahiran Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini.

Dia melanjutkan, investasi properti di Australia juga terbilang sangat aman, termasuk bagi pembeli warga asing.

"Orang asing mau beli properti yah di Australia, penduduknya sedikit, kalau pintu visa dibuka pasti anda-anda saya yakin pilih Australia. Tapi sebab orang Indonesia itu yang jelas pendidikan, karena sangat wise, student growing so big," tutup Iwan. (feb/feb)