Hal ini ditandai dengan minat yang disampaikan oleh investor Jepang untuk mendukung program pemerintah membangun Sejuta Rumah per tahunnya.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani, mengonfirmasi mengenai minat investasi yang disampaikan oleh investor Jepang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Franky, fokus investasi perusahaan ini adalah menyediakan kawasan perumahan di dalam kawasan industri yang ditujukan untuk para tenaga kerja dari para penyewa kawasan Industri, dengan menggunakan standar kualitas dan teknologi Jepang.
"Pada tahap awal perusahaan akan berinvestasi sekitar Rp 2 triliun di salah satu kawasan Industri di Jawa Barat, dan direncanakan investasi ini akan mulai direalisasikan pada semester dua 2016," jelasnya.
Lebih lanjut Franky menambahkan, minat investasi yang disampaikan oleh investor Jepang tersebut positif bagi sektor realestat di Indonesia.
"Dengan masuknya pengembang dari Jepang tersebut akan mendorong persaingan serta berdampak positif pada pembangunan rumah yang dibutuhkan terutama oleh penyewa-penyewa di kawasan industri," paparnya.
Ketersediaan rumah di kawasan industri, menurut Franky, berpengaruh pada biaya hidup yang harus dikeluarkan oleh tenaga kerja yang ada di kawasan industri tersebut.
"Dengan tidak perlunya pekerja tersebut mengeluarkan biaya transportasi ini akan positif terhadap perusahaan. Nanti ini dapat menjadi bagian dari fasilitas atau remunerasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya," ungkapnya.
Sementara Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, Azhar Lubis, yang kemarin melakukan kegiatan pemasaran investasi serta one on one meeting di Osaka menyampaikan, minat investasi di sektor realestat tersebut akan dikawal oleh tim marketing officer wilayah pemasaran Jepang dan kantor perwakilan BKPM di Tokyo yang juga berkoordinasi dengan perwakilan RI di Jepang.
"Kami akan mengawal minat investasi yang telah disampaikan hingga menjadi komitmen investasi dan juga nantinya untuk direalisasikan," pungkasnya.
Triwulan pertama tahun ini, investasi Jepang di Indonesia tercatat mencapai US$ 1,58 miliar terdiri dari 427 proyek dan menyerap 28.377 tenaga kerja. Posisi Jepang berada di peringkat kedua dari daftar negara sumber investasi di Indonesia. Jepang berada di bawah Singapura dan di atas Hong Kong, Tiongkok dan Belanda.
Tahun ini BKPM menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4% dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp 386,4 triliun atau naik 12,6% dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp 208,4 triliun naik 18,4% dari target PMDN tahun lalu.
Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja di tahun 2016, BKPM menargetkan penyerapan 2 juta tenaga kerja. (ang/dnl)











































