China Bangun Proyek Properti Rp 6,6 T di RI, Darimana Tenaga Kerjanya?

China Bangun Proyek Properti Rp 6,6 T di RI, Darimana Tenaga Kerjanya?

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2016 19:38 WIB
China Bangun Proyek Properti Rp 6,6 T di RI, Darimana Tenaga Kerjanya?
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Perusahaan kontraktor asal China, Qinjian International Holding Ltd, berencana membangun sejumlah proyek properti di Indonesia dengan nilai US$ 500 juta, atau Rp 6,6 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 13.200) sampai 5 tahun ke depan.

Chairman Qinjiang International, Du Bo, mengungkapkan proyek tersebut dilakukan dengan menggandeng perusahaan properti lokal, Pollux Properties, yang selama ini royal membangun properti kelas menengah atas di Indonesia.

Pihaknya pun akan semaksimal mungkin bisa menyerap tenaga kerja lokal dalam proyek patungan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ketentuan pemerintah di Indonesia kan mengharuskan hanya bisa beberapa tenaga kerja saja, yang dianggap qualified bisa masuk ke Indonesia," kata Du Bo saat paparan publik di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, hanya level manajer proyek dan sejumlah insinyur saja yang akan dilibatkan dalam proyek-proyek properti yang akan dibangun Pollux Properties dan Qinjiang International.

"Hanya beberapa saja yang masuk Indonesia. Yang masuk leader-nya saja seperti project manager dan beberapa engineer, yang lain kita pakai (orang) Indonesia," jelas Du Bo.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Accounting Pollux Properties, Lie Iwan Aliwayana mengungkapkan, saat ini baru proyek super blok di Cikarang yang baru dikerjasamakan kedua perusahaan. Proyek senilai Rp 2 triliun tersebut meliputi 4 tower apartemen, mall, dan hotel.

"Untuk proyek di Cikarang sendiri Qinjiang International sebagai main contractor dengan nilai kontrak Rp 400 miliar. Mulai Juni ini dan akan selesai 2 tahun. Sebanyak 80% sudah sold out dari 3000 unit di 4 tower," kata Lie.

Lie mengungkapkan, dirinya belum memiliki detail porsi nilai patungan US$ 500 miliar tersebut, mengingat proyek-proyek yang akan digarap masih dalam tahap pembicaraan.

"Proyek-proyek lain ada di Batam, Lombok, dan Semarang. Nanti baru bicara detail, apakah Qinjiang sebagai main kontraktor, atau sebagai investor, atau keduanya," ujar Lie. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads