Dengan modal pembiayaan pembangunan tanpa menggunakan APBN, strategi ini dirasa ampuh oleh Perum Perumnas untuk mewujudkan target program sejuta rumah pemerintah di tengah anggaran negara saat ini yang terbatas.
"Karena kan pemerintah saat ini programnya banyak. Yang di kementerian lain juga semuanya anggaran juga dikurangi. Kalau bisa tidak pakai APBN kan bagus. Masyarakat jadi bisa merasakan lebih kegunaannya," kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto usai acara peresmian pembangunan rusunami Jakabaring di Palembang, Kamis (09/06/16).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita siapkan dana dari internal. Karena kan harga jualnya rendah, jadi kalau semuanya pakai dana perbankan, pasti cost of fund-nya tinggi. Makanya kita jadi pakai dana capex kita sendiri, kita investasikan. Kita targetnya diharapkan semester ini terpesan 1000, dan sampai akhir tahun sudah terpesan semua 2600," tambahnya.
Kedepan, Perum Perumnas juga akan melakukan pembangunan beberapa proyek perumahan lainnya seperti di Cengkareng, Karawang, Medan, dan Makassar. Himawan berharap ke depan untuk pembiayaan dapat menggunakan keringanan Loan To Value (LTV) dan KPR inden selain menggunakan dana bantuan dari perbankan agar dapat menurunkan pembiayaan.
"Kita berharap adanya sebagian yang mungkin pakai LTV, ada sebagian menggunakan KPR Inden. Dengan menggunakan KPR inden maka kita bisa membujuk pemakai dana masyarakat. Itu akan signifikan menurunkan cost of fund. Tapi kita simulasi kalaupun katakanlah tidak bisa seluruhnya, maka kita menyiapkan pendanaan dari perbankan-perbankan yang sudah menyetujui untuk membiayai proyek-proyek ini," pungkasnya.
Himawan menambahkan, untuk tahun ini konsep pembangunan perumahan yang dikerjakan oleh Perum Perumnas masih terbagi lebih besar kepada tipe landscape yaitu 70%. Namun untuk tahun depan, Perum Perumnas akan melakukan pembangunan dengan konsep vertical housing sebesar 50%, naik 20% dari tahun ini sebagai salah satu alternatif solusi yang saat ini gencar dicanangkan oleh pemerintah daerah di Indonesia. (ang/ang)











































