Akibatnya, perusahaan migas asing dan nasional yang beroperasi di RI harus mengencangkan 'ikat pinggang' dengan mengurangi biaya. Untuk biaya, salah satu hal yang dikurangi adalah biaya sewa kantor, selain juga melakukan pemangkasan jumlah karyawan.
Menurut laporan konsultan properti Cushman&Wakefield, pada triwulan II 2016 terdapat tren penurunan belanja sewa kantor dari perusahaan migas. Lokasi yang kerap menjadi markas perusahaan oil&gas adalah Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren penurunan ini telah berlangsung sejak akhir 2015. Perusahaan migas memang tampak melakukan pemangkasan berbagai lini biaya untuk bertahan di tengah lesunya industri.
"Menjelang akhir Desember 2015 hingga awal 2016, sejumlah perusahaan minyak multinasional telah melakukan perampingan ruang perkantoran, beberapa perusahaan telah menyewakan sebagian dari ruang kantor mereka sebelum kontrak mereka berakhir, dan sangat berhati-hati dalam perpanjangan masa sewa," paparnya.
Akibatnya, perusahaan pemilik gedung perkantoran mulai menurunkan tarif sewa. Penurunan juga dipengaruhi kehadiran gedung-gedung baru yang menawarkan tarif lebih kompetitif.
"Rata-rata tarif sewa dasar untuk gedung perkantoran di TB Simatupang dan daerah Pondok Indah menurun sebanyak 4,8%, yang menunjukkan bagaimana tarif sewa menjadi lebih kompetitif di daerah tersebut. Namun, Jakarta Selatan tetap menjadi tempat dengan harga sewa yang paling mahal di antara daerah lain di luar kawasan CBD," tutup laporan Cushman&Wakefield.
(feb/ang)











































