Harga Rumah Naik Lebih Cepat dari Gaji, DP Murah Jadi Tumpuan

Harga Rumah Naik Lebih Cepat dari Gaji, DP Murah Jadi Tumpuan

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2016 13:46 WIB
Harga Rumah Naik Lebih Cepat dari Gaji, DP Murah Jadi Tumpuan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Revisi uang muka alias down payment Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi kebijakan yang dinanti. DP ringan menjadi tumpuan lantaran besaran kenaikan upah rata-rata per tahun tak sebanding dengan kenaikan harga tanah dan rumah.

Dari data Upah Minimum Provinsi (UMP) secara nasional, kenaikan upah rata-rata pada periode 2012-2014 hanya sekitar 15%. Kenaikan tertinggi hanya sekitar 18% di tahun 2013. Sementara kenaikan UMP pada tahun 2012 hanya sekitar 10% dan di 2014 hanya sebesar 16%.

"Sementara harga tanah dan rumah rata-rata tumbuh 25-30% per tahun," ujar Director Research and Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, kepada detikFinance, Kamis (14/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, mengungkapkan, kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan loan to value (LTV) di 2013.

Akibat penerapan kebijakan LTV yang membuat DP KPR menjadi 30%, tak mudah bagi masyarakat untuk memiliki rumah. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menabung hingga mendapatkan besaran dana yang cukup untuk memenuhi DP 30% dari harga rumah yang diinginkan.

"Tapi saat uang terkumpul, harga sudah naik. Harga rumah kan nggak stagnan. Harga saat muai menabung dengan harga 3 tahun kemudian tentu sudah berbeda," kata Eddy.

Untuk itu, Kebijakan DP Murah harusnya bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini sulit membeli rumah.

"Dengan gaji mereka dan harga rumah di saat yang sama sebenarnya masyarakat sanggup mencicil. Tapi yang menghambat itu, DP rumahnya yang ketinggian. Jadi kalau DP KPR bisa diturunkan, itu akan sangat membantu," pungkas dia. (dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads