Hadir dalam acara ini Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris serta jajaran direksi BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan telah bertransformasi dari awal berdirinya sejak tahun 1968 silam. Di awal berdirinya, BPJS Kesehatan diberi nama Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Nomenklatur tersebut bertahan selama 20 tahun hingga tahun 1988.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"15 juli 1968 berdiri Badan Penyelanggara Dana Pemeliharaan Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan khusus untuk jaminan Sosial Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ini tahun 1968 sampai 1988," kata Fahmi.
Dari tahun 1988 hingga 1992, nama lembaga penjamin sosial di bidang kesehatan ini berganti menjadi Perum Jamkesindo. Kemudian dari tahun 1992 nama Perum Husada Bakti berubah menjadi PT ASKES (Persero). Tercatat selama 2 tahun terakhir nama ASKES diganti menjadi BPJS Kesehatan seiring disahkannya Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
"Dari badan kembali menjadi badan, bedanya dulu hanya mengelola PNS sekarang perintah Kepala BKKBN secara khusus beliau anggota DPR yang memimpin UU SJSN," tutur Fahmi.
Dengan berdirinya BPJS Kesehatan selama 48 tahun, pihaknya berharap bahwa program prioritas pemerintah di bidang kesehatan yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat lebih baik lagi. Sehingga masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari BPJS Kesehatan.
"Mohon doanya agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berjalan. Pemanfaatan 145 juta, per hari 402.000 orang. Jangan sampai program kelihatan bagus pelan-pelan redup," tutup Fahmi. (drk/drk)











































