Follow detikFinance
Jumat, 19 Agu 2016 16:14 WIB

Kementerian PUPR: Backlog Perumahan Kini Tinggal 11,4 Juta

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat data backlog atau selisih antara pasokan rumah dan kebutuhan turun menjadi 11,4 juta. Lebih rendah dari acuan sebelumnya sebesar 13,5 juta.

"Setelah survei BPS (Badan Pusat Statistik), maka jumlah backlog ada 11,4 juta," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin dalam konferensi pers capaian program 1 juta rumah, di Kementerian PUPR, Jumat (19/8/2016).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan jumlah backlog bisa ditekan hingga tinggal 6,8 juta unit. Inilah yang membuat pemerintah menggelar program sejuta rumah, sekaligus mendorong realisasinya sehingga bisa mencapai target.

Program sejuta rumah ini sekaligus menjawab data BPS soal kebutuhan tambahan 800.000 unit rumah setiap tahun untuk menekan angka backlog. Dengan kata lain, pemerintah telah memasang target yang lebih tinggi dari data BPS dalam hal penyediaan rumah.

"Data BPS menyebutkan kebutuhan 800.000 per tahun. Jadi, angka pembangunan harus di atas itu, maka muncul 1 juta per tahun," kata Syarif.

Tahun ini, program 1 juta rumah meliputi 700.000 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 300.000 unit non MBR. Adapun realisasi hingga pertengahan Agustus adalah sebagai berikut:

Rumah MBR

BTN Expo: 220.000 unit.

APBN: 100.000 unit

Pemda: 8.500 unit

Kementerian/Lembaga: 16.900 unit

Non MBR

Rumah komersial dibangun masyarakat: 78 unit (hns/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed