Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan PUPR, Maurin Sitorus, mengatakan subsidi tersebut dilakukan untuk pembiayaan sebanyak 85.000 unit rumah.
"Itu untuk yang sudah akad, ada sekitar 85.000 unit. Jadi kalau kira-kira harga rumah Rp 125 juta, sekitar Rp 5 triliun," kata Maurin ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank paling besar Bank BTN sekitar 98%. Daerah yang paling banyak ada di Jawa Barat sekitar 40%, karena di Jawa Barat paling banyak penduduknya dan perumahannya banyak," terang Maurin.
Sebagai informasi, subsidi pembiayaan perumahan lewat FLPP masih menggunakan skema subsidi selisih bunga (SSB). Dengan manfaat itu, pemerintah menjamin suku bunga KPR tetap sebesar 5%, angsuran ringan, tenor lama, dan uang muka yang rendah. (feb/feb)











































