Meski RI Tidak Krisis, Penjualan Ritel Masih Lesu

Meski RI Tidak Krisis, Penjualan Ritel Masih Lesu

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2016 16:18 WIB
Meski RI Tidak Krisis, Penjualan Ritel Masih Lesu
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, memastikan Indonesia tidak sedang mengalami krisis ekonomi. Ekonomi Indonesia masih tumbuh sekitar 5%, meskipun melambat dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian, meski belum masuk pada fase krisis, sejumlah sektor seperti ritel masih mengalami kontraksi.

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta mengatakan, sektor ritel mengalami kelesuan sejak tahun 2014. Penjualan ritel masih seret dan tidak mengalami pertumbuhan sejak 2 tahun belakangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 5-6%, penjualan ritel biasanya setiap tahun selalu tumbuh di kisaran 10-15%. Tahun ini sama sekali tidak tumbuh angka penjualannya, artinya kalau stagnan bisa diartikan turun. Dan ritel ini sudah tidak tumbuh sejak 2014, lagi jelek-jeleknya," kata Tutum kepada detikFinance, Jumat (26/8/2016).

Diungkapkannya, penjualan ritel yang paling terasa yakni barang-barang non pangan. Selain itu, tahun 2016 yang diharapkan bisa membaik, kondisinya sama dengan 2 tahun lalu.

"Penjualan pangan tidak berubah, yang sudah anjlok penjualannya itu barang non pangan seperti baju dan lainnya, tafsirkan sendiri saja barang-barang non pangan. Pengusaha ritel memang masih ekspansi, tapi tidak seagresif sebelum tahun 2014," ujar Tutum.

"Kemudian teorinya kan tahun ini bisa lebih baik, ternyata masih sama kaya sejak 2014 yang tidak tumbuh sama sekali yang artinya turun kalau dalam ritel. Mengharapkan infrastruktur juga paling tidak baru terasa 2 tahun lagi," tambahnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads