MoU tersebut ditandatangani untuk mendukung program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah dalam bentuk Pengembangan Hunian Pekerja bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di daerah kawasan industri di seluruh wilayah Indonesia dalam 5 (lima) tahun ke depan.
100.000 rumah untuk pekerja yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan dibangun. Tak ingin membuang waktu, pihak-pihak yang bersepakat pun langsung menunjuk kontraktor untuk melakukan pembangunan yakni PT Roudhoh Nusantara bersama PT BGMC Maha Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MBR dalam kacamata kepemilikan rumah adalah mereka yang berpenghasilan maksimal Rp 4 juta/bulan bagi yang ingin membeli rumah dan maksimal Rp 7 juta bagi yang ingin membeli rumah susun atau apartemen.
Rudy juga mengatakan, lewat kerjasama ini, pihaknya akan terlibat langsung mengawal proses pembangunan konstruksi rumah MBR hingga didistribusikan kepada masyarakat dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
"Setelah konstruksi selesai akan dijadikan KPR. Pekerja jumlahnya sangat banyak, ini merupakan potensi untuk menyukseskan program sejuta rumah. Kerja sama yang juga merupakan program besar BPJS Ketenagakerjaan akan mempercepat pembangunan rumah bagi pekerja," tandas Rudy.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Roudhoh Nusantara, Direktur Utama PT BGMC, wakil dari BPJS Ketenagakerjaan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), beserta Sekjen KSPSI disaksikan instansi terkait dan tamu undangan yang lain pada Kamis (15/9/2016) lalu di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan. (dna/dna)











































