Menurut Paulus Kusumo selaku principal salah satu kantor agen properti di bilangan Jakarta Barat, meski sempat melonjak hingga 2-3 kali lipat, properti Jakarta Barat kembali merosot di bulan November dan Desember.
Hal ini mencakup pada jumlah transaksi, respons pasar dan keinginan konsumen akan properti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Paulus, tren ini diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2017 pasca terjadinya Pilkada serentak di seluruh Indonesia.
"Jika Pilkada berlangsung aman, Maret tahun depan properti akan bergairah kembali. Mengapa? Karena investor bukannya tidak punya uang. Mereka punya uang, hanya saja mereka masih menunggu momen yang tepat. Investor itu sensitif terhadap isu politik. Sebab properti nggak bisa dibawa ke mana-mana. Saat kondisi tidak aman, properti pun tak akan bisa dijual," ungkapnya.
(sumber: Rumahku.com) (wdl/wdl)











































