Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Des 2016 12:03 WIB

Masalah di Sektor Properti Bukan Hanya Soal Bunga Bank

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Maikel Jefriando Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Sektor properti masih berada dalam situasi perlambatan, mengikuti perekonomian secara nasional. Berbagai kebijakan sudah diluncurkan, baik dari pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan otoritas terkait lainnya, namun belum membuahkan hasil.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menilai, solusi dari permasalahan ini bukan hanya dari sisi bunga bank untuk mendorong peningkatan permintaan masyarakat. Akan tetapi juga soal lahan, perizinan dan lainnya.

"Permasalahan dari perumahan ini kita nggak bisa bergantung pada satu instansi atau kewenangan, karena perumahan bergantung ke banyak instansi. Kalau sering disebutkan perbankan untuk pembiayaan," terang Maryono dalam acara diskusi Property Outlook di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

"Kita juga ada persoalan izin di pemerintah daerah, kemudian penyediaan tanah yang masih menjadi masalah, kebutuhan akan landbank, ini sangat menjadi dominan dibandingkan masalah lain," paparnya.

Sektor properti berkaitan erat dengan kebutuhan rumah layak huni dari masyarakat masih sangat tinggi di Indonesia. Baik pemerintah, maupun instansi lainnya harus menjalankan program secara bersamaan agar mampu mencakup kebutuhan tersebut.

"Pak Jokowi betul-betul memberikan jalan keluar untuk memperbaiki kebutuhan rumah ini, lewat kebijakan nasional," ujar Maryono.

Total backlog sekarang adalah 13,5 juta. Setengah dari jumlah tersebut adalah untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Untuk itu program satu juta rumah dari pemerintah harus didukung agar menutupi kebutuhan masyarakat.

"Dari 5-7 juta yang perlu rumah untuk segmen menengah ke bawah. Ini lah kebutuhan. Minimal kita harus kurangi backlog," tandasnya. (mkl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com