Dengan terealisasinya satu juta rumah setiap tahun, Rini berharap dalam lima tahun ke depan persediaan rumah dalam 5 tahun ke depan bisa bertambah sampai lima juta unit. Hal ini perlu direalisasikan agar angka backlog atau selisih antara pasokan rumah dan kebutuhan bisa berkurang.
"Harus satu juta rumah per tahun ya, bukan lima tahun. Jadi, lima juta rumah dalam lima tahun," kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selalu saya tekankan kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk punya rumah, apakah rumah susun atau rumah individu," kata Rini.
Dalam perjanjian kerja sama yang dilakukan BTN dan 7 BUMN lainnya pagi tadi terkait kemudahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Rini mengaku pihaknya akan mengawasi langsung realisasi dari kerja sama tersebut.
Adapun, 7 BUMN yang menjalin sinergi dengan BTN yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (Indonesia Re), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM), Perum Perumnas, dan BPJS Ketenagakerjaan.
"Nota kerja sama aku lihat tiga bulan dari sekarang dikerjain apa nggak nih. Kebutuhan rumah kita sangat banyak, harus bisa membangun dan memberikan kesempatan bagi masyarakat," tutup Rini. (drk/drk)











































