Banyak Gedung Baru, Harga Sewa Kantor Luar CBD Jakarta Turun

Banyak Gedung Baru, Harga Sewa Kantor Luar CBD Jakarta Turun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 01 Feb 2017 14:44 WIB
Banyak Gedung Baru, Harga Sewa Kantor Luar CBD Jakarta Turun
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Berbeda dengan area perkantoran di Central Bisnis Jakarta (CBD), tingkat okupansi atau keterisian gedung-gedung perkantoran di area non CBD sepanjang tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun 2015.

Menurut data riset Lembaga konsultan properti, Jones Lang LaSalle (JLL), tingkat okupansi perkantoran di luar CBD tahun 2016 sebesar 76% atau 100.000 m2. Angka ini lebih rendah dari tingkat keterisian tahun sebelumnya sebesar 80% atau 125.000 m2.

"Tingkat penyerapan masih sedikit di atas tingkat penyerapan rata-rata dalam 10 tahun terakhir. Tapi ini cukup moderat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Head of Research JLL, James Taylor dalam jumpa pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya penambahan gedung-gedung perkantoran yang baru di area non CBD membuat tingkat keterisian cukup tertekan hingga angka 76%. Penambahan jumlah suplai ruang perkantoran dan tingkat keterisian hunian yang rendah ini lantas membuat harga sewa perkantoran di area TB Simatupang menurun hingga 1,3% dari kuartal sebelumnya ke angka sekitar Rp 160.000/m2 per bulannya.

Adapun beberapa gedung perkantoran baru yang selesai di kuartal keempat 2016 antara lain CIBIS Tower 9 di TB Simatupang, South Quarter Tower C di TB Simatupang, Taman Sari Parama Boutique Office di KH Wahid Hasyim dan WIKA Office Tower di D.I Panjaitan.

"Kalau dilihat pasokannya sampai 2018 ke depan, diprediksi sampai 2017 pasar perkantoran bakal mengalami penurunan sampai titik terendah, untuk non CBD. Diprediksi, tahun 2018-2019, di luar CBD baru mulai membaik. Sehingga ini satu dua tahun lebih cepat dari yang CBD," pungkasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads