Follow detikFinance
Selasa 14 Feb 2017, 13:54 WIB

Gaji Rp 4 Juta Cicil Rumah Dekat Stasiun, Berapa Harganya?

Yulida Medistiara - detikFinance
Gaji Rp 4 Juta Cicil Rumah Dekat Stasiun, Berapa Harganya? Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta - Para pekerja formal dan informal seperti pedagang yang berpendapatan tidak lebih dari Rp 4 juta bisa mencicil rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Kementerian PUPR. Rumah tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

MBR dalam hal kepemilikan rumah, adalah mereka yang berpenghasilan maksimal Rp 4 juta/bulan dan ingin membeli rumah, dan bergaji Rp 7 juta/bulan bagi mereka yang ingin membeli rumah susun.

Para pekerja yang tinggal di Jabodetabek tetap bisa beraktivitas ke tempat kerja menggunakan transportasi massal seperti kereta walaupun tinggal di daerah yang jauh dari Ibu Kota. Berapa harga rumah dekat dengan stasiun di sekitar Jabodetabek?

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan harga rumah MBR di Jabodetabek paling tinggi Rp 141 juta. Harga tersebut merupakan batas maksimal harga jual dari pengembang kepada konsumen karena telah diatur pemerintah lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Rumahanya kalau di daerah Jabodetabek kurang lebih Rp 141 juta harga maksimal, harga jual juga bisa di bawah itu karena itu harga patokan tertinggi pemerintah," kata Junaidi, kepada detikFinance, Selasa (14/2/2017).

Namun, banyak juga rumah MBR di Jabodetabek yang dijual di bawah Rp 141 juta. Menurutnya hal itu tergantung tipe dan luas tanah rumah yang dijual.

"Ada juga yang lebih murah dari itu kadang karena mungkin tipenya agak kecil dari yang tadinya tipe 36 menjadi di bawah 36, atau misal tanahnya itu mahal tapi bangunannya kecil karena harus mengejar harga jual pemerintah," ujarnya.

Ia mengatakan, para pengembang rata-rata membangun rumah bertipe 36, dan paling kecil membangun tipe 21. Namun, menurutnya rata-rata pengembang membangun rumah bertipe 27 hingga 36, jarang ada yang membangun tipe 21.

"Yang paling kecil itu tipe 21, tapi jarang yang membangun tipe 21, minimal kalau di lapangan tipe 27 dan 36 maksimal. Kalau tipe 21 boleh tapi rata-rata tipe 27 atau 36 ada yang luas tanahnya 60 dan 72," ujar Junaidi.

Sedangkan luas tanah di luar jawa sekitar 100 m2 karena harga tanah yang lebih murah. Sedangkan fasilitasnya antara di Jawa dan luar Jawa sama memiliki 2 atau 1 kamar tergantung tipenya. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed