Follow detikFinance
Selasa 21 Feb 2017, 19:14 WIB

Bumi Serpong Damai Genjot Penjualan Ruko dan Pasar di 2017

Danang Sugianto - detikFinance
Bumi Serpong Damai Genjot Penjualan Ruko dan Pasar di 2017 Ilustrasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tahun ini akan fokus mendorong penjualan properti di sektor komersial sepertirumah toko (ruko) dan kios-kios di pasar. Strategi tersebut memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana penjualan properti di sektor rumah tapak (residential) lebih besar.

"Kenapa kita yakin komersial, karena kita ada launching apartemen. Jadi komposisi residential ini rumah tapak. Di luar itu komersial termasuk ruko dan pasar. Jadi produk properti di luar rumah tapak masuk komersial. Residential tahun lalu banyak landed atau residential. Tahun ini kita coba banyak launching apartemen," kata Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya di kawasan Epicentrum, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Hermawan mengungkapkan, tahun ini BSDE menargetkan pra penjualan (marketing sales) di sektor komersial sebesar Rp 2,85 triliun. Angka tersebut naik 71% jika dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp 1,67 triliun.

"Komersial dari itu lahan besar dan potensi besar dengan jumlah penduduk itu totalnya 2 juta. Jadi ini potensi yang dilihat investor. Jadi dari Rp 2,85 triliun kita yakin bisa capai mudah-mudahan lebih," imbuhnya.

Sementara untuk target marketing sales di sektor residential tahun ini di turunkan menjadi Rp 3,53 triliun dari sebelumnya Rp 4,02 triliun. Sementara total target marketing sales perseroan tahun ini naik 15,6% dari capaian 2016 Rp 6,25 triliun menjadi Rp 7,23 triliun

"Sisanya marketin sales lain-lain," tambahnya.

Sementara penjualan properti di lahan BSD sepanjang 2016 sebesar Rp 6,2 triliun ternyata tak capai target yang telah dicanangkan sebesar Rp 6,9 triliun. Menurut Hermawan, 2016 memang tahun yang sulit bagi industri properti di Indonesia. Sebab saat itu kondisi ekonomi dan politik sedang bergejolak.

Dia memandang industri properti memang sangat rentan dengan isu ekonomi dan politik. Sebab ada isu sedikitpun akan mempengaruhi investor untuk membeli properti.

"Industri hampir semua tidak capai target di 2016 karena kondisi ekonomi dan politik yg buat penjualan 2016 rada berat," tuturnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed