Follow detikFinance
Kamis 23 Feb 2017, 18:08 WIB

Pengembang Siasati Beban DP dengan Cara Cicilan

Muhammad Idris - detikFinance
Pengembang Siasati Beban DP dengan Cara Cicilan Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Cileungsi - Uang muka alias DP Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah sendiri, bahkan bagi masyarakat kelas menengah sekalipun.

Program KPR tanpa DP sendiri saat ini tengah jadi perbincangan hangat setelah Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melontarkan gagasan tersebut sebagai solusi sulitnya kepemilikan kebutuhan papan.

Sebenarnya, beberapa perusahaan pengembangan telah menyiasati mahalnya DP dengan membuat skema DP yang dicicil. Uang muka dalam hal ini dibayar bersamaan dengan booking fee, namun kemudian akad kredit KPR dilakukan setelah cicilan DP lunas dibayar.

Dori, Staf Markering Metland Transyogi, menuturkan untuk memudahkan pembeli mendapatkan rumah pihaknya menawarkan DP yang bisa dicicil dalam 10 kali.

"Jadi agar tidak terbebani DP, itu bisa dicicil sebanyak 10 kali dalam 10 bulan. Karena beberapa orang kan susah bayar DP, kita berikan fasilitas itu. Pembayaran cicilan pertama sekaligus juga membayar booking fee," kata Dori ditemui di Kantor Marketing Meetland Transyogi, Cileungsi, Bogor, Kamis (23/2/2017).

Setelah cicilan DP lunas, lanjutnya, pembeli properti bisa mengajukan kredit KPR sebagai mana umumnya. Plus ditambah beban biaya untuk Akta Jual Beli (AJB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Jadi sebenarnya tidak ada yang berbeda dengan skema KPR biasa. Ini fasilitas pengembangan untuk memudahkan masyarakat yang belum punya uang DP," terangnya.

Dia mencontohkan, untuk pembelian unit rumah tipe 45/72 di salah cluster di Metland Transyogi yang harganya Rp 705 juta, maka pembeli bisa mencicil dengan membayar di cicilan pertama plus booking fee sebesar Rp 17.625.000, dan cicilan selanjutnya sebanyak 9 kali setiap bulan sebesar Rp 5.875.000.

"Kalau ternyata kemudian DP sudah lunas tapi KRP ditolak bank, maka uang dikembalikan tapi dipotong PPN dan booking fee yang sudah disetor," jelas Dori.

Sementara itu, pengembang lainnya, Indah Residence, Pondok Melati, Bekasi, juga menawarkan kemudahan cicilan DP yang diangsur selama 6 kali. Untuk salah satu unit dengan tipe 45/91 saja harganya Rp 598.000.000. Sehingga DP 10% terbilang sebesar Rp 59.800.000.

"Jadi booking fee dulu, kemudian DP dicicil 6 kali. Jadi kalau sudah booking fee tapi tidak dicicil dalam waktu 7 hari, maka booking fee hangus. Selama tidak ada masalah dengan persyaratan bank, pasti KPR diterima setelah DP lunas," ujar Ades. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed