Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, dalam memberikan pembiayaan tersebut pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 triliun di tahun 2017 ini.
"Kami mengalokasikan sekitar Rp 5 triliun di 2017, nanti kami akan evaluasi kembali dari anggaran kami, di bulan Juni. Apakah cukup besar atau tidak," kata Agus di Menara Jamsostek, Jakarta, Kamis (23/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp 5 triliun itu, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan bisa menyediakan program perumahan hingga 25 ribu rumah. Anggaran Rp 5 triliun itu pun ditunjukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan non MBR.
"Target kami sementara hanya 25 ribu rumah dan dana Rp 5 triliun, baik untuk MBR dan non-MBR. Yang perlu kami tekankan, ini tidak mengganggu kondisi investasi di BPJS Ketenagakerjaan," kata Agus.
Baca juga: Begini Cara Peserta BPJSTK Bisa Kredit Rumah Berbunga Murah
Nantinya, dana tersebut digunakan untuk mengganti biaya yang dikeluarkan perbankan dalam memberikan pinjaman kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Pokoknya kami berdasarkan reimbursement, dana Rp 5 triliun itu berdasarkan perbankan, sejauh mana mereka menyalurkan," tuturnya. (mkj/mkj)











































