Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah untuk saat ini, masih berupaya untuk terus menyediakan tempat tinggal atau rumah untuk masyarakat, termasuk kaum milenial bisa memilikinya.
Direktur Jendral Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti menjelaskan, pemerintah saat ini melakukan dua pendekatan untuk bisa menyediakan rumah bagi masyarakat. Ada pun, dua pendekatan itu dari sisi suplai dan demand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dari sisi demand atau permintaan, Lana mengatakan, pemerintah menyiapkan program pinjaman kepada masyarakat, seperti KPR atau uang muka. Dan terus mendorong masyarakat untuk bisa menabung.
"Dari sisi demand selain KPR (Kredit Pemilikan Rumah) FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), kami juga ada subsidi Bantuan Uang Muka. Selain itu kami sedang dorong masyarakat untuk menabung," terang Lana.
"Persiapan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) masih berjalan. Komite sudah terbentuk dan proses RPP Tapera sedang berjalan. Dengan tambahan dana masyarakat, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat bantuan untuk menempati perumahan layak huni," kata dia.
Namun, Lana juga mengakui, untuk saat ini memang sulit bagi kaum milenial bisa mendapatkan rumah di tengah kota seperti Jakarta. Ia mengatakan, rumah susun bisa menjadi pilihan sementara mereka.
"Kalau di Jakarta saat ini susah, karena harga tanah yang sudah amat mahal sekali. Solusinya masih dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa)," tutur Lana. (dna/dna)











































