Follow detikFinance
Jumat 07 Apr 2017, 19:10 WIB

Berapa Cicilan Apartemen Rp 350 Jutaan di Jakarta?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Berapa Cicilan Apartemen Rp 350 Jutaan di Jakarta? Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Hunian dengan harga yang murah di kota-kota besar, seperti Jakarta sulit ditemukan saat ini. Walau, bukan berarti tidak ada. Di kawasan Jakarta Timur, ada beberapa apartemen yang dijual dengan harga berkisar Rp 350 jutaan.

Salah satunya ialah, JKT Living Star yang menjual satu unit apartemen dengan tipe studio seharga sekitar Rp 280 juta untuk satu unit tipe terendah dengan luas sekitar 20 meter2.

Lalu bagaimana skema pembayaran untuk mendapatkan satu unit apartemen tersebut?

Yang pertama, untuk mendapatkan satu unit apartemen berharga Rp 280 jutaan ada tiga skema pembayaran yang bisa dipilih. Yakni dengan pembayaran cash keras, kemudian instalmen tanpa DP (Down Payment/uang muka), dan melalui KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Untuk pembayaran cash, tentunya pembeli perlu menyiapkan uang tunai sebesar Rp 280 juta dan langsung bisa memiliki satu unitnya. Kemudian instalment tanpa DP, maka pembeli bisa melakukan pencicilan kepada pengembangan setiap bulan sekitar Rp 5.595.000 selama 60 kali.

Yang terakhir, yakni dengan mengajukan KPA, pembeli perlu menyiapkan DP 20% dari harga apartemen atau sekitar Rp 67 juta dan membayar ke pengembang. Jika tidak bisa membayar langsung, pihak pengembang memberikan keringanan. DP bisa dicicil selama 24 kali, atau sekitar Rp 2,7 juta per bulannya selama dua tahun.

Setelah DP telah lunas, maka pembayaran 80% sisanya bisa menggunakan KPA, dengan tenor maksimal 15 tahun. Dari jangka waktu tersebut, maka pembeli diharuskan mencicil sekitar Rp 2,7 juta setiap bulannya dengan mengikuti suku bunga. Bila di total secara kasar, maka satu unit apartemen seharga Rp 280 jutaan tadi berubah menjadi sekitar Rp 335 juta.

Skema pembayaran dengan menggunakan KPA memang terlihat cukup ringan. Namun, tidak semua pembeli bisa berhasil mengajukan KPA ke perbankan. Pasalnya, perbankan bakal melihat dan menilai kondisi keuangan dari pengaju KPA. Contohnya, pihak bank bakal melihat berapa besar income atau gaji pokok yang diterima si pengaju setiap bulannya.

"Nilai cicilan biasanya 30% dari gaji pokok, dan lolos dari BI Checking," ungkap marketing apartemen seharga Rp 280 jutaan kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Jika disimpulkan dengan hitungan kasar, maka dengan cicilan sekitar Rp 2,7 juta maka setidaknya anda harus bergaji Rp 8-9 juta tanpa memiliki tanggungan atau cicilan lainnya untuk bisa mengajukan KPA, dan mendapatkan satu unit apartemen dengan luas 20 meter2 seharga Rp 280 jutaan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed