Follow detikFinance
Senin 10 Apr 2017, 16:41 WIB

Ahok: Jangan Paksa Orang Bergaji UMP Beli Rumah

Dana Aditiasari - detikFinance
Ahok: Jangan Paksa Orang Bergaji UMP Beli Rumah Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Ketersediaan rumah menjadi masalah bagi kota besar seperti Jakarta. Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga tanah yang mahal, membuat masyarakat Jakarta semakin sulit punya rumah. Apa lagi bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menawarkan solusi bagi mereka yang berpenghasilan hanya Upah Minimum Provinsi (UMP) yakni Rp 3,3 juta.

Baca Juga: Ahok dan Djarot Luncurkan Beli Rumah di DKI Tanpa Pusing Cicilan

Bagi yang bergaji UMP, menurut Ahok jangan dipaksakan membeli rumah. Karena, gajinya bisa habis untuk membayar cicilan dan tak ada pemasukan lagi untuk memenuhi kebutuhan membeli makanan dan keperluan transportasi.

"Sekarang kita hitung, bangun rumah susun tipe 36 itu Rp 300 juta modalnya. Kalau dicicil, 30 tahun tanpa bunga, sudah Rp 833 ribu. Biaya rawatnya hampir 1 juta. Habis dong gaji 3 juta," kata Ahok dalam acara Blak-blakan Ahok Djarot di Markas detik.com, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Sehingga menurut Ahok, sangat tidak manusiawi bila masyarakat bergaji UMP dipaksakan membeli rumah. Lebih masuk akal, bagi mereka untuk tinggal di rumah susun sewa yang biaya sangat rendah.

"Sehingga buat yang gaji Rp 3 juta itu, kita sediakan rusun, full subsidi. enggak perlu bayar sewa, enggak perlu cicil. Cukup bayar kebersihan dan perawatan saja hanya Rp 5-10 ribu per hari," tutur dia.

Masyarakat bahkan bisa menempati rusun sewa hingga seumur hidup bahkan hingga ke anak cucu. Dengan cara ini, warga atau masyarakat bisa memiliki kelebihan pemasukan yang bisa ditabung untuk keperluan lain termasuk kuliah anak-anaknya.

"Kalau sudah kuliah, saya doakan anak-anaknya jadi Gubernur," tandas Ahok. (dna/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed