Ada beberapa faktor rendahnya penjualan properti dalam 3 tahun terakhir, di antaranya harga komoditas yang lesu dan terjadinya perlambatan ekonomi dunia.
"Industri properti mengalami tantangan yang cukup berat selama 3 tahun terakhir di saat perlambatan ekonomi. Walaupun kita ketahui bersama, pemerintah sudah melakukan berbagai macam terobosan yang berhubungan dengan properti," katanya dalam acara Rakernas Kadin bidang Properti di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga hal ini menjadi sangat penting dan jadi perhatian, tidak hanya bagi plelaku usaha tapi juga pemerintah dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi kita," tutur Rosan.
Untuk itu, Ia berharap pemerintah dapat ikut memberikan perhatian kepada pengusaha sektor properti tanah air guna mendorong pertumbuhan industri properti. Beberapa di antaranya adalah harmonisasi peraturan Pemerintah Pusat dan Daerah serta beberapa insentif perpajakan lainnya.
"Banyak kendala harmonisasi kebijakan daerah masih menjadi kendala. Ini tugas kita agar kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat yang baik dapat dijalankan implementasinya dengan maksimal di seluruh daerah/kota. Dan masih ada PR lainnya, seperti di sektor perpajakan, hunian berimbang, dan masih banyak keluhan sertifikasi tanah yang masih lama," pungkasnya. (dna/dna)











































