Follow detikFinance
Rabu 12 Apr 2017, 13:20 WIB

Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bagaimana Pasar Properti di Jakarta?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bagaimana Pasar Properti di Jakarta? Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta - Pemerintah akan memindahkan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan ke luar Jawa, sedangkan pusat perekonomian tetap di Jakarta. Bagi sektor properti, rencana pemindahan ibu kota ini memicu dampak positif.

"Lebih bagus seperti itu (dipisahkan). Artinya nanti ketika ibu kota dipindahkan ke luar Jakarta, artinya kan peningkatan perkembangan pasar properti itu akan berpindah ke kota baru tadi, misalnya Palangka Raya yang didengungkan," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Pemisahan ini akan menguntungkan Jakarta sebagai pusat perekonomian, karena aktivitas bisnis tak terganggu masalah politik dan pemerintahan. Sedangkan bagi ibu kota baru akan menjadi satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

"Sama seperti New York dan Washington, kedua kota masing-masing beda karakternya. Jakarta sebagai pusat bisnis sendiri saja, malah lebih bagus seperti itu. Jangan ini kota pemerintahan, kota politik, kota bisnis, campur aduk semua di Jakarta. Jadi enggak fokus bisnisnya. Tapi ketika Jakarta hanya jadi kota bisnis, itu akan lebih bagus, karena dia tidak terpengaruh oleh tensi politik, seperti demo dan segala macam," ungkapnya.

"Jadi nanti yang diuntungkan itu Jakarta dan Palangka Raya. Jakarta lebih pasti, bisnisnya lebih fokus, jadi enggak campur aduk. Kalau Palangka Raya, jadi ibu kota yang baru, itu akan meningkatkan ekonomi wilayah, bahkan akan luar biasa. Termasuk properti di Palangka Raya juga," tambahnya.

Saat ini kajian pemindahan ibu kota sedang digarap Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menurut Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, pemerintah serius untuk mewujudkan rencana ini.

"Ini lebih serius, makanya kajiannya dimulai. Political will-nya dari Pak Presiden juga kuat. Tapi pemindahan ibu kota tidak bisa seperti pindah rumah. Harus dihitung, dikaji secara matang," tutur Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Kunjungi 20detik untuk video-video menarik lainnya


(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed