Bekasi Jadi Kota Paling Tidak Diminati Orang DKI Buat Beli Rumah

Bekasi Jadi Kota Paling Tidak Diminati Orang DKI Buat Beli Rumah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 03 Mei 2017 17:11 WIB
Bekasi Jadi Kota Paling Tidak Diminati Orang DKI Buat Beli Rumah
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kota Bekasi menjadi destinasi pembelian properti yang paling kurang diminati di kawasan Jabodetabek. Hal ini didapati dari hasil survei yang dilakukan oleh situs properti, Rumah123 mengenai tren perilaku pasar properti di Indonesia terhadap 4.200 responden.

Sementara itu kota Tangerang menjadi tujuan utama pembeli properti selain di Jakarta.

"Ini cukup menarik. Di tahun 2015 kita masih ngomong, tren pembangunan akan mengarah ke Bekasi Kanal timur. Tapi ternyata Bekasi masih ketinggalan, untuk Jabodetabek area, Bekasi paling tidak diminati oleh orang Jakarta," kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung dalam jumpa pers di Kanawa Coffee, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika disurvei kepada semua responden yang berdomisili di Jakarta, daerah mana yang paling diminati untuk membeli properti, kota Tangerang menjadi yang paling diminati nomor dua, setelah kota Jakarta sendiri.

Bahkan Depok yang land bank nya lebih kecil dibanding Bekasi, masih lebih diminati dibanding, yang kemudian disusul oleh Bogor.

"Tangerang masih menjadi tujuan utama pembeli properti Jakarta selain Jakarta, sementara Bekasi masih tertinggal di urutan buncit. Padahal Tangerang sudah sebegitu mahalnya, tapi masih diminati oleh 12% orang Jakarta yang memilih mau beli di Tangerang," tutur Ignatius.

Menurut Ignatius, faktor kurang diminatinya Bekasi lantaran tata kota dan kemacetan dari dan menuju daerah ini yang sangat pelik. Sementara Jakarta sendiri memang masih menjadi magnet pembelian properti di antara lima kota tersebut (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Namun dari lima kota tersebut, yang ingin membeli properti di kota domisilinya sendiri adalah Tangerang dengan total mencapai 75,47%, lebih tinggi dibanding orang Jakarta yang mau beli properti di Jakarta (60%).

"Dugaan saya ini karena faktor macet, yang paling gila dari itu adalah Cikampek. Kedua, begitu ke arah kota, penataannya agak berantakan. Dan ketiga, kita dugaannya adalah enggak ada township-nya yang besar. Yang besar cuma Grand Wisata. Jadi pilihannya enggak banyak. Berbeda dengan kota penyangga lainnya," pungkasnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads