Tujuan penyediaan hunian murah juga dalam rangka mengurangi jumlah kebutuhan rumah (backlog) yang saat ini sebesar 13 juta.
Selain Cikarang, daerah mana saja yang berpotensi dibangun hunian murah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Market-nya ada, kalau di daerah lain itu market-nya PNS, Kepolisian, Abri," kata Hari saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).
Mengenai daerah, Hari mencontohkan, para pengembang bisa memanfaatkan program 10 kawasan pariwisata yang tengah digenjot pemerintah. Daerah tersebut seperti Mandalika, Borobudur, serta Danau Toba.
"Seperti di Mandalika, di sana itu kawasan industrinya hanya dibangun hotel dan convention saja, di sana ada 15.000 pekerja, dan itu potensi," jelasnya.
Baca juga: Menyusuri Rumah Murah Jokowi di Cikarang |
Dengan begitu, Hari memastikan, pasar hunian rumah murah untuk MBR dengan skema DP 1% masih besar. Apalagi di daerah yang memiliki kawasan industri, serta kawasan tujuan wisata.
"Jadi bisa di mana saja bangun hunian murah," jelasnya.
Mengenai harga, tegas Hari, setiap daerah memiliki aturan tersendiri dalam menerapkan harga rumah murah. Aturan tersebut telah lama ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Mengenai harga lebih murah atau tidak, itu sudah ada ketetapan dari PUPR untuk setiap daerah, seperti di Papua pasti mahal karena harga semen di sana mahal, jadi harga itu sesuai tingkat kemahalan di daerah itu," tutupnya. (ang/ang)











































