Follow detikFinance
Senin 29 May 2017, 13:05 WIB

Siapa Saja yang Boleh Beli Rusun di Atas Stasiun Kereta?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Siapa Saja yang Boleh Beli Rusun di Atas Stasiun Kereta? Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah berencana membangun rumah susun (rusun) di atas stasiun kereta api. Pembangunan rusun di atas stasiun ini dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Rusun yang terintegrasi dengan stasiun kereta api ini dikenal dengan konsep transit oriented development (TOD)

"Ini khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saja," ujar Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan dalam Konferensi Pers dengan tema Sinergi Membangun Infrastruktur di Indonesia di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017).

Sedikitnya ada 74 stasiun yang akan dikembangkan rusuun di atasnya. Seluruhnya berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

"Ada 74 itu di sekitar Jabodebek aja," tutur Pontas.

Pontas menambahkan, uang muka untuk memiliki hunian di atas stasiun kereta api pun sangat terjangkau, yaitu 1% dari harga rusun yang menurutnya berada di kisaran Rp 200 juta.

"DP 1%, harganya mungkin Rp 200 jutaan kali ya," ujar Pontas.

Dengan adanya rusun di atas stasiun, lanjut Pontas, biaya transportasi masyarakat pun bisa berkurang. Pasalnya, mereka yang tinggal di rusun di atas stasiun tidak perlu repot-repot menggunakan transportasi umum lainnya.


"Itu bagusnya itu mixed use artinya biaya cost-nya kan kita keluarkan cost hampir 30% transport. Dengan di mixed use turun kereta kan gitu terus mau makan ada di situ jadi mengurangi biaya kepadatan itu sendiri," kata Pontas.

Pontas menambahkan, pembangunan rusun di atas stasiun nantinya akan dilakukan oleh Perumnas dan BUMN karya lainnya.

"Banyak yang ikut, PT PP ikutnya, pokoknya karya-karya ikut," tutup Pontas. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed