Follow detikFinance
Selasa 20 Jun 2017, 08:13 WIB

Mau Beli Rusun di Stasiun KRL, Gaji Tak Boleh di Atas Rp 7 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Mau Beli Rusun di Stasiun KRL, Gaji Tak Boleh di Atas Rp 7 Juta Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Jakarta - Pemerintah bakal merealisasikan proyek pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di dekat stasiun KRL Jabodetabek. Sudah ada 2 stasiun yang akan menjadi lokasi pertaman, yakni Stasiun Pondok Cina dan Tanjung Barat.

Perum Perumnas ditunjuk menggarap proyek tersebut. Akan ada dua jenis properti yang dibangun, rumah susun sederhana milik (rusunami) dan apartemen sederhana milik (anami). Proyek properti ini ditujukan untuk masyarakat menengah dan menengah ke bawah. Akan ada persyaratan yang ditetapkan bagi para calon pembeli.

Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto, mengatakan rusunami diprioritaskan untuk masyarakat yang belum memiliki rumah. Selain itu karena pembeli rusunami akan mendapatkan subsidi, maka dibatasi untuk masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan.

"Jadi gaji maksimum Rp 7 juta dan belum punya rumah. Lalu belum pernah utang bank untuk beli rumah, tidak punya tanah warisan. Jadi benar-benar orang yang belum punya rumah. Sehingga bisa diberi fasilitas FLPP," terangnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/6/2017).

Sementara untuk apartemen akan diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar lokasi. Sebab tujuan utama dari proyek berbasis TOD agar masyarakat bisa menghemat waktu maupun ongkos dari rumah menuju stasiun.

"Agar penduduk di Depok dan wilayah sekitar situ bisa menghemat waktu dan tidak membawa mobil. Jadi juga mengurangi kemacetan dan polusi juga," imbuhnya.

Untuk tahap awal, proyek TOD akan dibangun di Stasiun Pondok Cina sebanyak 4 tower dan Stasiun Tanjung Barat sebanyak 3 tower. Nantinya tower-tower yang dibangun memiliki tinggi sekitar 30 lantai.

"Persisnya belum, tergantung izinnya juga, kita perkirakan di 30 lantai. Untuk di Tanjung Barat ada sekitar 1.200 unit dan Pondok Cina 2.300 unit," tukasnya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed