Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Handayani mengatakan, meskipun anggaran penyaluran KPR FLPP dipangkas menjadi Rp 3,1 triliun. BTN masih bisa menyalurkan KPR subsidi dengan skema yang lain.
"BTN tetap menjadi bank yang menyalurkan KPR untuk mendukung program sejuta rumah pemerintah," kata Handayani kepada detikFinance, Rabu (12/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handayani mengatakan, untuk 2017 ini BTN akan fokus menggunakan alokasi anggaran pemerintah dengan SSB. "Hal ini untuk mendukung pemerintah mengefektifkan alokasi anggaran 2017," ujarnya.
Tahun ini BTN menargetkan pembangunan 1 juta rumah sebanyak 666.000 unit dengan komposisi 504,122 untuk rumah subsidi dan 161,878 untuk rumah non subsidi.
Hingga kuartal I 2017 penyaluran kredit rumah subsidi tercatat 166,2 unit dengan nilai penyaluran Rp 9 triliun. Sedangkan untuk non subsidi tercatat 105,4 unit dengan nilai penyaluran Rp 18,43 triliun.
Total penyaluran pembiayaan 1 juta rumah per kuartal I 2017 adalah 271,679 unit dengan nilai penyaluran Rp 27,43 triliun. (ang/ang)











































