Follow detikFinance
Rabu 12 Jul 2017, 19:30 WIB

Menakar Cicilan Rumah Rp 350 Juta di Program DP 0 Rupiah

Danang Sugianto - detikFinance
Menakar Cicilan Rumah Rp 350 Juta di Program DP 0 Rupiah Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Seiring dengan semakin dekatnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies-Sandi dilantik, program hunian DP 0 Rupiah kembali bergaung. Pada masa kampanyenya, pasangan ini menjanjikan hunian dalam program tersebut seharga Rp 350 juta.

Jika benar pemerintah DKI Jakarta yang baru menyediakan rumah seharga Rp 350 juta, lalu kira-kira berapa cicilan yang harus ditanggung peserta program ini nantinya?

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan menjelaskan, hitung-hitungan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebenarnya cukup rumit dan bisa dijelaskan oleh pihak bank yang memberikan pendanaan.

"Detilnya harusnya bank yang memberikan. Tapi ada cara gampang untuk melihat perkiraannya saja. Kan ada aturan FLPP, disebut pula aturan LTV (Loan to Value) untuk menghitung berapa yang harus ditanggung pembeli," tuturnya kepada detikFinance, Rabu (12/7/2017).

Bank Indonesia (BI) sendiri sudah mengubah aturan LTV KPR. Untuk rumah pertama uang muka yang ditanggung (DP) sebesar 15% dari harga rumah. Untuk pemilikan kedua dan ketiga DP-nya masing-masing 20% dan 25%. Jika asumsinya rumah pertama maka dari harga rumah Rp 350 juta sekitar Rp 52,5 juta.

"Itu kalau pakai DP ya, enggak tahu kalau bisa DP 0 Rupiah. Tapi aturannya di BI memang harus ada DP," imbuhnya.

Nah, dengan hitungan DP tersebut, maka jumlah dana yang akan ditanggung bank sebesar Rp 297,5 juta. Dengan asumsi bunga KPR 10% per annum (per tahun), kata Ike, hitungan sederhananya cukup dikalikan 1,5 kali dari pendanaan pokok bank, sehingga biaya yang harus dicicil sekitar Rp 446,25 juta.

Total angka tersebut tinggal dibagi berapa kira-kira waktu cicilan yang diambil. Jika 5 tahun berarti setahunnya harus dibayar Rp 89,25 juta, jika dibagi 12 maka per bulan cicilannya Rp 7,437 juta.

Sementara untuk jangka waktu 10 tahun berarti pertahunnya Rp 44,625 juta dan jika dibagi perbulannya sekitar Rp 3,7 juta. Sedangkan untuk jangka waktu 15 tahun berarti per tahunnya Rp 29,75 juta dan per bulannya Rp 2,479 juta.

Namun hitung-hitungan ini tidak bisa menjadi acuan untuk program rumah Anies-Sandie. Sebab mereka menjanjikan DP 0 Rupiah.

"Ini hanya ancer-ancernya saja. Kan KPR itu ada biaya KPR juga atau pengalihan hak. Itu tergantung kesepakatan juga," tukasnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed