Jika ingin mengajukan pinjaman ke bank dengan menjaminkan sertifikat tanah, Jokowi berpesan uang pinjaman tersebut jangan dibelikan mobil. Pasalnya, begitu tidak bisa membayar cicilan ke bank, maka sertifikat tersebut akan berpindah tangan.
"Hati-hati kalau pinjam ke bank jangan terima enaknya saja. Dapat uang Rp 300 juta senang, Rp 150 juta beli mobil, biasanya kan gitu. Begitu enggak bisa mencicil, mobilnya ketarik, sertifikatnya hilang. Hati-hati," kata Jokowi di Lapangan Park and Ride Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan sertifikat ke bank enggak apa-apa, silakan, tapi dihitung dulu masuk ndak, dikalkulasi dulu bisa dicicil per bulannya ndak. Harus betul-betul dikalkulasi dan dihitung, jangan sampai setifkat sudah jadi, ditaruh di bank dapat duit kemudian sertifkat 6 bulan hilang karena enggak bisa angsur," ujar Jokowi.
Jokowi berpesan kepada masyarakat agar sertifikat yang dijadikan jaminan di bank bisa digunakan ke hal yang produktif. Tidak untuk membeli barang yang sesungguhnya tidak terlalu dibutuhkan.
"Saya titip itu saja. Kalau ndak, kita terlalu semangat dapat Rp 300 juta, Rp 150 juta untuk mobil biar gagah ya kan naik mobil gagah. Begitu 6 bulan mobil hilang, sertifikat hilang," tutur Jokowi. (ara/dna)










































