Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 19:25 WIB

Pengembang Komentar Soal Rumah Subsidi Tak Layak Huni

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pengembang Komentar Soal Rumah Subsidi Tak Layak Huni Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan bersama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) baru saja menemukan ada sekitar 30-40% rumah bersubsidi yang telah akad kredit tidak dihuni oleh pembelinya.

Temuan tersebut menunjukkan belum adanya listrik atau kualitas air di lokasi perumahan, lalu belum ada aksesibilitas atau jalan yang baik menuju lokasi, kualitas bangunan kurang baik, hingga menyelesaikan kontrakan yang lama dan pindah tugas bekerja.

Angka 30-40% sendiri berasal dari total rumah subsidi yang telah disalurkan. Jika dihitung dari jumlah unit rumah subsidi yang telah disalurkan hingga saat ini sebanyak 504.079 unit, jumlah rumah subsidi yang tak dihuni oleh pemiliknya tersebut berarti mencapai 150.000 hingga 200.000 unit rumah.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkapkan perlu dilihat lebih lanjut kenapa rumah subsidi yang tidak layak untuk dihuni. Jika berkaitan dengan masalah listrik dan air, maka hal tersebut tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada pengembang.

"Harus dilihat seperti apa. Kualitas air dan listrik kan tugasnya PDAM sama PLN, kita ini membangun," kata Soelaeman usai Musda REI DPD DKI Jakarta di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017).

Pihaknya menambahkan, seharusnya PDAM dan PLN yang bergerak cepat mengatasi kekurangan tersebut. Pasalnya, air dan listrik merupakan fasilitas penunjang di perumahan yang harus tersedia.

"Listrik kan ada prosedurnya, tapi beberapa hal itu tidak bisa disambung karena persediaan enggak ada bukan salah kita. Itu bukan domain kita, fungsi harus dilihat, tugas kita membangun," ujar Soelaeman.

Dalam kesempatan ini, Soelaeman juga berkesempatan melantik Ketua DPD REI DKI Jakarta periode 2017-2020 Amran Nukman. Amran kembali terpilih setelah menjabat pada posisi yang sama di periode 2014-2017.

Ia berpesan bahwa tantangan dunia properti ke depan, khususnya di Jakarta terbilang berat. Tantangan ini harus bisa diatasi DPD REI DKI Jakarta. Selain itu, DPD REI DKI Jakarta juga diminta bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama dalam penyediaan perumahan.

"Tantangan industri properti kan, juga harus sinergi dengan pemerintah daerah dalam hal apapun," tutup Soelaeman. (ara/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed