Follow detikFinance
Jumat 25 Aug 2017, 19:17 WIB

Hukuman Bagi Pengembang yang Bangun Rumah Subsidi Tak Layak Huni

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Hukuman Bagi Pengembang yang Bangun Rumah Subsidi Tak Layak Huni Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membentuk tim evaluasi yang akan memantau kualitas rumah subsidi. Tim ini diisi oleh perbankan, asosiasi, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Cipta Karya, Balitbang untuk melalukan pengecekan.

Ketentuan pengawasan ini sendiri akan diatur dalam Peraturan Menteri PUPR yang saat ini tengah disusun.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan asosiasi pengembang mulai dari awal pada saat mereka akan membangun perumahan sejahtera bersubsidi. Bagaimana desain, perencanaan dan dokumen perizinannya," kata Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Perumahan, Arvi Argyantoro dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Dengan berjalannya waktu, pemerintah juga tengah merevisi Keputusan Menteri mengenai kualitas dan standar bahan bangunan yang harus digunakan.

"Karena ada beberapa teknologi perumahan yang lebih advance lagi. Kita masukkan bahan-bahan yang lebih advance. Karena itu untuk menjamin kualitas. Karena MBR juga adalah konsumen. Setelah itu, Pemda bisa memberikan pernyataan bahwa itu sudah layak fungsi, baru bank bisa akad kepada konsumen," ucapnya.

Pemerintah sendiri saat ini tengah mengumpulkan daftar anggota pengembang yang tergabung dalam asosiasi pengembang di seluruh Indonesia. Pemerintah juga telah meminta kepada setiap asosiasi pengembang membina anggotanya. Jika pengembang diketahui tak sanggup menunaikan kewajibannya dalam memperbaiki kualitas bangunannya, maka haknya dalam membangun rumah subsidi bakal dicabut.

"Nanti, ketika pengembang membangun perumahan dan ada keluhan masyarakat, kami akan minta pengembang itu menindaklanjuti. Seandainya pengembang itu tidak bisa memenuhi kewajibannya, itu yang kena sanksi. Kemungkinan tidak bisa ikut lagi dalam program perumahan subsidi untuk masyarakat," tukas Lana. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed