"Coba diangkat tinggi-tinggi sertifikatnya, semuanya. Saya hitung, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 3.500. Kalau diangkat jadi jelas berapa yang sudah diserahkan kepada masyarakat. Jangan hanya simbolik-simbolik, nanti nggak diserahkan saya yang salah," kata Jokowi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jl Raya Semipidi, Badung, Bali, Jumat (7/9/2017).
Jokowi Bagi Sertifikat Tanah Foto: David Saut-detikFinance |
Turut hadir dalam acara ini Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta sejumlah pejabat di Bali dan ratusan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan mantan Gubernur DKI Jakarta ini, masyarakat harus menjaga baik sertifikat tersebut agar tidak rusak dan segera di-fotocopy. Ia juga menyatakan jika masyarakat ingin membuat sertifikat tersebut sebagai jaminan pinjam uang di bank, silakan saja, namun harus cermat dan hanya untuk memulai usaha.
"Hati-hati kalau mau 'disekolahkan' di bank, dihitung, dikalkulasi, tidak hanya dipakai, bisa dicicil nggak? Hati-hati, apalagi dipakai beli mobil, nah ini mulai. Ini yang tidak boleh. Kalau ke bank dapat Rp 200 juta, pakailah untuk modal investasi. Jangan diutak-atik uang bank untuk kesenangan, sertifikat ini bisa hilang," ucap Jokowi.
Foto: David Saut-detikFinance |
Sertifikat tanah yang dibagikan berada di Kabupaten Badung 1.000 sertifikat, Kabupaten Gianyar 1.000 sertifikat, Kabupaten Tabanan 1.000 sertifikat, Kabupaten Klungkung 200 sertifikat dan Kota Denpasar 300 sertifikat. Usai membagikan sertifikat tersebut, Jokowi membagikan 3 sepeda kepada warga Bali yang beruntung dan langsung menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. (vid/dna)












































Jokowi Bagi Sertifikat Tanah Foto: David Saut-detikFinance
Foto: David Saut-detikFinance