Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 19:16 WIB

Tanah di Cikarang Masih Banyak, Kok Meikarta Bangun Apartemen?

Dana Aditiasari, Dana Aditiasari - detikFinance
Tanah di Cikarang Masih Banyak, Kok Meikarta Bangun Apartemen? Foto: Rachman Haryanto
Tangerang - Tak seperti Jakarta yang padat, ketersediaan lahan di Cikarang, Kabupaten Bekasi sebenarnya masih tersedia sangat banyak dengan harga yang relatif lebih terjangkau ketimbang harga tanah di Ibu Kota. Kenapa Lippo Cikarang selaku pengembang Meikarta lebih memilih membangun apartemen?

"Karena kalau kita bangun landed, akan banyak sekali menghabiskan tanah," kata CEO Meikarta, Ketut Budi Wijaya saat berbincang dengan detikFinance di Menara Matahari, Lippo Karawaci, Tangerang pekan lalu.

Ia mengilustrasikan, dengan target penghuni 1 juta orang saja, maka kebutuhan lahan untuk menampung seluruh penghuni akan sangat luas.

"Karena kalau mau 1 juta penghuni, hitung lah satu keluarga (penghuni) ada 300 orang, berarti kan ada 300.000. Itu kalau dibuat hunian dengan luas 90 meter persegi saja, hitung saja sudah berapa? Jadi efisiensi tanahnya rendah," beber dia.

Dengan efisiensi lahan yang rendah, maka yang menjadi korban adalah petani. Karena lahan pertaniannya akan tergerus oleh laju pertumbuhan pemukiman.

"Soal pembangunan landed, saya pernah sampaikan kritik. Kalian sawah bisa habis lho kalau pembangunan landed. Karena kan pemukiman terus berkembang. Karena akan meningkat terus jumlah penduduk yang mesti punya tempat tinggal," tegasnya.

Masalah lain yang timbul kalau pemukiman dibangun landed atau menapak di atas tanah adalah soal efisiensi pemanfaatan infrastruktur.

"Infrastruktur seperti listrik itu lebih mudah kalau ke atas ketimbang spread out (menyebar). dengan cara masyarakat Indonesia yang pembangunannya menyebar, pemerintah setengah mati bangun infrastruktur," sebutnya.

"Bangun distribusi listrik saja sudah masalah. Karena listrik itu travo-nya harus dekat. Kalau terlalu enggak sesuai nanti voltasenya turun terus. Nah kenapa kita bangun highrise itu karen ini. Efisiensi infrastrukturnya lebih tinggi," sambung dia.

Ketut menambahkan, hunian berbentuk apartemen juga bakal membantu penghuni melakukan penghematan.

"Juga kenyamanan bagi penghuni. Bagi mereka yang punya penghasilan menengah, relatif mereka enggak bisa bayar pembantu atau penjaga rumah. Dengan tinggal di apartemen, mereka bisa share (berbagi) fasilitas yang ada dari mulai kebersihan dan keamanan. Jadi hidup lebih praktis kalau di apartemen," tandasnya. (dna/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed